15 Waktu Terkabulnya Doa

May 23, 2017

dua

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Doa adalah bentuk interaksi kita sebagai manusia kepada Tuhan-nya. Kita perlu mengingat bahwa setiap detik hidup kita di dunia ini tak lepas dari nikmat Allah SWT dan bentuk rahmat Allah SWT kepada kita. Doa bukan hanya sekedar memohon sesuatu. Namun doa juga adalah wujud syukur kita atas segala nikmat yang telah kita terima.

Oleh sebab itu, bukan berarti ketika Allah SWT telah melimpahkan kenikmatan kepada kita lalu kita bisa melupakannya. Karena doa dan ikhtiar (usaha) adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan selama kita hidup di dunia ini.

Memanjatkan doa dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja sesuai adab yang telah ditentukan. Namun, perlu diingat bahwa ada waktu-waktu utama dalam berdoa sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

  1. Saat turun hujan

Sahl bi Sa’ad berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Dua do’a yang tidak akan ditolak: do’a ketika adzan dan doa ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi)

Syaikh Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Hadits hasan adalah tingkatan hadits di bawah shahih yang isinya tidak bertentangan dengan hadits lain atau Al Quran serta disetujui keakuratannya oleh sebagian besar pakar hadits.

  1. Hari jumat

Hari jumat merupakan salah satu waktu terkabulnya doa, sebagaimana tercantum dalam salah satu haditz berikut:

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut.(HR. Bukhari no. 935, Muslim no. 852)

  1. Ba’da Ashar hingga tenggelamnya matahari

Terkait hari Jumat, dijelaskan dalam hadits yang lain bahwa waktu utama terkabulnya doa di dalam hari Jumat yaitu waktu setelah ashar hingga matahari mulai tergelincir:

“(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar.” (HR. Abu Daud no. 1048 dan  An-Nasa’i no. 1390)

Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

  1. Saat imam naik mimbar hingga shalat jumat

Namun, sebagian ulama hadits berbeda pendapat mengenai waktu utama memanjatkan doa di hari Jumat. Hadits yang lain dari hadits di atas yaitu:

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai.” (HR. Muslim no. 853).

  1. Adzan Berkumandang

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540)

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata bahwa tingkatan hadits ini hasan shahih.

  1. Diantara Adzan dan Iqamah

Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad, 3: 155)

Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

  1. Sujud dalam shalat

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim no.482)

  1. Setelah shalat

‘Ali bin Abi Thalhah berkata, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

“Jika engkau telah selesai (dari shalat atau ibadah), maka berdo’alah.”

Ini menjadi dalil sebagian ulama dibolehkan berdoa setelah shalat fardhu. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 599)

  1. Tahiyat akhir pada sholat wajib

Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib.” (HR. Tirmidzi, 3499)

  1. 1/3 Malam terakhir

Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

  1. Saat sahur

Ibnu Hajar menjelaskan hadits di atas terkait sepertiga malam terakhir dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

  1. Saat sedang berpuasa

Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad, no. 2305)

Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya.

  1. Saat berbuka puasa

Dalam riwayat lain, hadits terkait puasa diartikan sebagai berikut:

Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405)

Hadits di atas dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi.

  1. Malam Lailatul Qadr

“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

  1. Hari Arafah

Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585)

Hadits di atas telah dinyatakan shahih Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi.

  1. Minum Air Zam-zam

Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya.” (HR. Ibnu Majah, 2/1018)

Hadits ini telah dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam Shahih Ibnu  Majah no. 2502.

Leave a Comment