7 Amalan Baik Agar Hati Tenang

April 20, 2017

7 amalan

“Yaa Tuhanku, aku berlindung pada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kemalasan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-(orang jahat).”

Hati tenang merupakan keadaan di mana hati tidak gelisah dan tidak ketakutan akan sesuatu yang bersifat duniawi. Setiap individu pasti menginginkan hati tenang. Beberapa individu yang mempunyai iman kurang kuat pun akhirnya memilih mengakiri perjalanan hidupnya di dunia karena tidak merasakan ketenangan hati.

Nah, Sahabat sekalian pasti mengharapkan menjadi individu muslim yang mempunyai iman yang kokoh sehingga mampu menghadapi keadaan yang sulit. Agar hati senantiasa tenang, lakukan amalan sederhana berikut ini:

  1. Syukuri Nikmat

“Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman: 13)

Jika kita mau merenung sejenak, nikmat Allah SWT memang tak sanggup kita hitung. Allah SWT melimpahkan seluruh karunianya dalam setiap detik hidup kita. Banyaknya nikmat Allah SWT ini tentu tak mampu kita syukuri semuanya. Namun, Allah SWT tidak sedikit pun memperhitungkannya. Oleh sebab itu, bukan berarti kita lantas abai untuk selalu bersyukur.

Mensyukuri setiap pemberian Allah dapat menjadikan hati kita menjadi tenang. Bukan tak mungkin, karena setiap kita bersyukur, kita menerima dengan lapang dada apapun ketetapan Allah SWT untuk kita nikmati. Bisa saja, sesekali Allah SWT tidak memberikan apa yang kita panjatkan dalam doa. Bisa jadi Allah SWT menunda memenuhi doa-doa kita atau menggantikannya dengan yang lebih baik. Yakinlah bahwa Allah SWT lebih tahu apa yang kita butuhkan, meski kadang bukan apa yang kita inginkan.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18)

  1. Membaca Al Quran

Hati dan pikiran yang tenang dapat membuat aktivitas kita berjalan dengan lancar. Demikian halnya jika hati kita gelisah dan pikiran dipenuhi dengan prasangka buruk. Al Quran berisi dengan ayat-ayat yang penuh makna. Banyak ayat yang penuh dengan janji Allah Yang Maha Menepati Janji. Dengan membacanya atau mendengarkan bacaan Al Quran tentu akan membuat hati lebih tenang karena mendekatkan kita dengan Sang Pencipta, mengingatkan kita akan Keagungan Tuhan semesta alam.

Selain itu, bacaan Al Quran adalah bacaan yang indah karena Allah SWT mencintai keindahan. Tentu dengan mendengarkan keindahan dari setiap ayat-ayat Al Quran, pikiran akan menjadi lebih tenang dan beban perasaan akan tertutupi.

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar Ra’d: 28)

  1. Perbanyak Dzikir & Istighfar

Gelisah, takut, cemas, perasaan negatif lainnya akan membuka celah bagi syaithon untuk menggoda umat manusia melakukan hal-hal yang dilarang bahkan dibenci oleh Allah SWT. Perasaan ini muncul akibat dari kesalahan yang kita lakukan atau prasangka buruk terhadap suatu keadaan. Untuk membuat hati menjadi jauh lebih tenang, perbanyak dzikir dan istighfar. Dengan dzikir dan istighfar, menjauhkan prasangka negatif dan membantu menenangkan diri

Dengan memperbanyak Istighfar dan dzikir, secara tidak langsung kita berusaha untuk menghilangkan beban pikiran yang mengganggu tersebut. Sehingga pikiran dan hati kita akan jauh lebih tenang dan terasa lega.

  1. Kerjakan Shalat Malam

Sepertiga akhir malam merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Allah SWT membukakan pintu-pintu syurga dan mendengar doa setiap hamba-Nya yang terbangun dan mendirikan sholat di sepertiga terakhir setiap malam.

Hadits/ayat

  1. Sabar & Berpikir Positif

Lebih baik bersabar dengan hasil maksimal daripada terburu-buru dan terbawa emosi kemudian akhirnya membuahkan hasil yang mengecewakan. Mungkin hal tersebut perlu ditanamkan dalam diri kit masing-masing. Allah SWT lebih mencitai usaha kita dan bukan hanya sekedar hasil. Karena usaha tak akan menghianati hasil, demikian kata pepatah.

Ada baiknya,untuk memupuk kesabaran sehingga kita termasuk golongan orang-orang yang dicintai Allah SWT karena bersabar.

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah SWT) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 153)

Selain bersabar, penting untuk membiasakan diri berpikir positif akan semua keadaan yang kita hadapi. Islam lebih mengutamakan husnudzon (berbaik sangka) dan melarang su’udzon (berburuk sangka). Apalagi terhadap ketetapan-ketetapam Allah SWT.

“Dan janganlah kamu berputus-asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus-asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

  1. Seimbangkan urusan duniawi dan syurgawi

“Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al Fajr: 17)

Kehidupan di dunia hanya sementara. Terkadang manusia terlenan dengan kehidupan sementara di dunia ini. Yang merasa punya kehidupan yang kurang berkecukupan, berlomba-lomba untuk kesenangan dunia. Sedangkan yang sudah berpunya, lupa diri dan seolah ingin memeluk dunia dan seisi. Tak sedikit yang rela melakukan apapun untuk kesenangan dunia.

Hal inilah yang justru membuat hati menjadi tak tenang. Perasaan yang ingin memiliki segala hal dan selalu merasa kurang dengan kondisi yang ada. Kita akan selalu terburu-buru melakukan sesuatu dan lebih memilih terus mencari materi, dengan mengabaikan kehidupan yang lebih kekal, di akhirat.

Oleh sebab itu, penting untuk tetap menyeimbangkan urusan untuk kehidupan duniawi dan kehidupan kekal nanti. Sebagaimana ungkapan dalam bahasa Arab berikut:

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau mati besok.”

  1. Bantu Saudaramu

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)

Allah SWT telah menjanjikan pahal yang berlipat-ganda pada kita yang mau dan mampu menafkahkan sebagian rejekinya di jalan Allah SWT untuk ketaatan dan kebaikan, salah satunya dengan membantu orang lain.

Dengan membantu orang lain, kita akan lebih menghargai nikmat yang Allah berikan untuk kita. Kita perlu menyadari bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang diuji dengan ujian yang lebih besar dari kita. Oleh sebab itu, membantu orang lain juga akan membantu kita menyadari betapa besar kekuasaan Allah SWT dan seberapa besar nikmat Allah SWT untuk kita. Hal ini akan membuat hati kita menjadi lebih tenang.

Leave a Comment