Masjid Istiqlal, Simbol Syukur Kemerdekaan Indonesia

April 5, 2017

HAFIZ HAFIZAH ISTIQLAL

Masjid Istiqlal, 39 tahun silam, tepatnya pada 22 Februari 1978 telah diresmikan oleh Presiden Soeharto. Pembangunannya memakan waktu selama 17 tahun, yang dimulai pada 24 Agustus 1951. Masjid terbesar se-Asia Tenggara ini diinisiasi pembangunannya oleh KH. Taufiqurrahman, KH. Wakid Hasyim sebagai Menteri Agama kala itu serta H. Anwar Tjokroaminoto, pimpinan Partai Syarikat Islam, pada 1950.

Istiqlal, sebagai nama yang telah disepakati bersama, secara harafiah bermakna kemerdekaan. Masjid ini merupakan simbol kemerdekaan bangsa Indonesia dan sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan tersebut. Pada 1953, panitia melaporkan perencanaan pembangunan masjid ini pada Presiden Soekarno yang menyambut baik rencana pembangunan ini. Lalu pada 1955, diadakanlah Sayembara maket Masjid Istiqlal yang menetapkan Fredrerich Silaban dengan desain bersandi Ketuhanan sebagai pemenang.

Karena situasi politik saat itu, pembangunan masjid yang bergaya arsitektur Islam modern internasional ini tidak berjalan lancar. Mulai dari perencanaan pad 1950 hingga 1965 pembangunan masjid tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Baru pada 1966 pembangunan masjid dilanjutkan kembali dengan dipelopori oleh KH. M. Dahlan dan kepengurusannya diketuai oleh KH. Idham Chalid.

Masjid yang dapat menampung jama’ah hingga 200 ribu orang ini memakan biaya sebesar 7 miliar rupiah dan 12 juta dollar AS yang dialokasikan dari dana APBN. Dengan arsitektur yang minimalis, masjid ini dirancang agar udara dapat bebas bersikulasi sehingga ruangan tetap sejuk.

Ditambah dengan penggunaan marmer putih pada lantai masjid diharapkan jamaah tetap nyaman saat panas matahari menyengat. Selain itu, masjid ini memliki bedug dengan panjang 3 meter dan berat 2,3 ton. Bedug ini dibuat darikayu meranti merah yang usianya mencapai 300 tahun dari sebuah hutan di Kalimantan Timur.

Simbolisasi

Rancangan dalam arsitektur Masjid Istiqlal mengandung angka dan ukuran yang memiliki makna dan perlambang tertentu. Seperti:

  • 7 gerbang untuk memasuki ruang, masing-masing dinamai sesual Asmaul Husna (Al Fattah, Al Quddus, As Salam, Al Malik, Al Ghaffar, Ar Rozzaq, dan Ar Rahman). Angka 7 sendiri merupakan simbol dari 7 lapis langit dalam kosmologi alam semesta, serta 7 hari dalam seminggu.
  • Kubah pada bangunan utama masjid berdiameter 45 meter. Sedangkan kubah pada bangunan pendamping berdiameter 8 meter. Angka ini melambangkan bulan dan tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.
  • 2 kubah melambangkan dualisme yang saling berdampingan, langit dan bumi, akhirat dan duniawi, lahir dan batin, hablum minallah dan hablum minannas.
  • Kubah ditopang oleh 12 tiang, dimana angka ini melambangkan hari kelahiran Rasulullah SAW, 12 Rabiul Awal.
  • 4 tingkat balkon dan 1 lantai utama melambangkan 5 rukun Islam sekaligus 5 butir Pancasila.
  • 1 menara, melambangkan Keesaan Allah SWT.
  • Struktur menara berlapis marmer berukuran 6.666 cm (66,66 meter) melambangkan jumlah ayat dalam persepsi tradisional Al Quran.
  • Kerangka baja yang menjadi puncak menara berukuran 30 meter yang melambangkan 30 juz Al Quran.

Fasilitas dan Sarana

Selain diperuntukan untuk melakukan ibadah sholat, Masjid Istiqlal juga menjadi tempat pembinaan umat melalui berbagai macam kegiatan. Salah satunya pendidikan formal dan non formal seperti Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Tsanawiyah. Selain madrasah, di lingkungan juga terdapat perpustakaan Islam.

Masjid Istiqlal juga menyediakan fasilitas berupa Poliklinik Umum yang melayani pasien umum setiap Senin hingga Jumat. Khusus Sabtu dan Ahad libur, kecuali jika sedang ada acara hari-hari besar Islam atau acara penting lainnya.

Mengingat Masjid Istiqlal sebagai sarana umum dan memperhatikan jamaah penyandang cacat dan juga lansia, disediakan lift yang berkapasitas 6 orang. Lift ini terletak di pintu Ar Rahman yang dapat diakses melalui gerbang depan kantor pusat Pertamina.

Nah, bagi Sahabat Al Qolam yang ingin melaksanakan ibadah di Masjid Istiqlal, bisa mencobanya berkunjung di akhir pekan. Mengajak Sang Buah Hati beribadah di sana sambil belajar sejarah kebudayaan Islam, juga merupakan pilihan aktivitas menarik mengisi liburan akhir pekan, Sahabat.

Leave a Comment