9 Kisah Perempuan Teladan Zaman Rasulullah (Bagian 2)

February 3, 2017
by Office Al Qolam

autumn moments (2)

6. Ummu Salamah

Ia adalah salah seorang istri Rasulullah SAW. Ia mencontohnya menjadi istri yang memiliki keteduhan hati dan mengobati kegusaran suaminya. Kisah ini terjadai pada tahun keenam Hijriah, saat Rasulullah SAW dan para sahabatnya berencana melakukan umrah.

Setibanya di Hudaibiah, rombongan kaum muslimin dihalang-halangi oleh kaum Quraisy. Singkat cerita, akhirnya disepakatilah perjanjian Hudaibiah yang salah satu isinya agar kaum muslimin menunda umrah tahun berikutnya.

Rasulullah SAW akhirnya memerintahkan para sahabat untuk melakukan tahallul dari ihram dan menyembelih kambing. Namun, tidak ada satu pun dari para sahabat yang melakukannya. Rasulullah SAW memahami benar kekecewaan para sahabat karena harus menunda untuk melakukan umrah yang sangat dinantikan.

Rasulullah SAW memasuki tenda dengan gusar. Ummu Salamah yang berada di dalam tenda menanyakan sebab kegusaran Rasulullah SAW. Beliau pun menceritakan semuanya. Ummu Salamah menenangkan Rasullah SAW dan berkata:

“Mengapa tidak langsung engkau lakukan saja menyembelihnya di hadapan mereka? Cobalah, mudah-mudahan dapat menjadi jalan keluar.”

Benar saja, para sahabat yang melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW melakukan hal yang sama. Menyembelih hewan dan sebagian menggundul kepalanya. Sebagian lagi hanya memendekkan rambutnya.

7. Asma Binti Abu Bakar

Asma binti Abu Bakar, salah satu putri Abu Bakar Ash Shidiq. Ia dijuluki Dzatun Nithaqain (pemilik dua ikat pinggang). Ini ketika cerita Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur saat perjalanan hijrah dari Mekah menuju Madinah. Saat itu, dilakukan untuk menghindari pengejaran kaum musyrikin Quraisy yang ingin menangkap dan membunuh Rasulullah.

Selama bersembunyi, Asma binti Abu Bakar ditugaskan untuk mengantar makanan dari Mekah menuju tempat persemunyian Rasulullah dan Abu Bakar. Jauhnya jarak dan besarnya resiko jika upayanya ketahuan orang-orang musyrikin tidak ia hiraukan. Dia siapkan makan dan minuman untuk ayahnya dan Rasulullah SAW.

Suatu ketika ia tidak mendapatkan tali pengikat untuk mengikat makanan yang ia bawa. Maka, ikat pinggang yang ia pakai dipotongnya menjadi dua bagian. Satu bagian tetap ia gunakan sebagai ikat pinggang dan bagian yang lain ia gunakan untuk mengikat makanan yang akan dikirim ke gua Tsur.

Ketika Rasulullah SAW mengetahui apa yang dia lakukan, beliau berdoa kepada Allah SWT agar mengganti ikat pinggang Asma dengan ikat pinggang dari surga.

8. Zainab Binti Abu Mu’awiyah

Zainab, mengajarkan kita menjadi orang yang berilmu, termasuk dalam hal beramal. Zainab binti Abu Mu’awiyah adalah istri dari Abdullah bin Mas’ud ra. Ia mendengar Rasulullah SAW menasihati kaum perempuan dengan:

“Sedekahlah wahai kaum wanita, meskipun dengan gelang perhiasan kalian.”

Zainab lalu bergegas pulang ke rumah dan mendapati suaminya  sedang duduk. Ia menyadari bahwa suaminya adalah laki-laki miskin. Maka, ia menyuruh suaminya untuk bertanya pada Rasulullah SAW, apakah ia akan mendapatkan balasan jika ia bersedekah pada suaminya.

Suaminya merasa malu untuk bertanya demikian. Akhirnya, ia pergi untuk menemui Rasulullah SAW. Diperjalanan, Zainab bertemu dengan seseorang yang punya nit yang sama dengan dirinya. Akhirnya mereka menyuruh Bilal untuk menanyakan hal tersebut pada Rasulullah SAW.

Maka bersabdalah Rasulullah SAW:

“Mereka berdua mendapatkan dua pahala, yakni pahala kekerabatan dan pahala shodaqoh.”

9. Khaulah Binti Tsa’labah

Kisahnya Allah SWT abadikan dalam surah Al Mujadilah (Perempuan yang Menggugat) ayat pertama.

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Ini ketika Khaulah mengadu kepada Rasulullah SAW atas sikap suaminya yang memperlakukan zihar terhadapnya. Maka kemudian Allah menurukan ayat tersebut yang menjelaskan tentang hukum zihar dalam islam pada ayat-ayat berikutnya.

Diriwayatkan bahwa ketika ia datang mengadu kepada Rasulullah SAW, Aisyah turut mendengarkannya. Namun sebagian pengaduan tersebut tidak dapat didengarnya dengan baik. Tetapi Allah ta’ala yang pendengarannya meliputi segala sesuatu, mendengar semua pengaduannya dan menurunkan ayar Al Mujadilah tersebut.

 

9 Kisah Perempuan Teladan Pada Zaman Rasulullah (Bagian 1)

 

Sumber:

http://www.ibnukatsironline.com/2015/10/tafsir-surat-al-mujadilah-ayat-1-3.html

http://www.tafsirq.com/

Haidar, Abdullah. 2005. Kisah wanita-Wanita Teladan. Riyadh: Kantor Da’wah dan Bimbingan Bagi Pendatang

Tharsyah, Adnan. 2006. Yang Disenangi Nabi dan Yang Tidak Disenangi. Jakarta: Gema Insani

Leave a Comment