Bacalah Al Quran dengan Tartil dan Indah

February 8, 2017

Mushaf-Alfatih

Iman terhadap Al Quran merupakan rukun iman ketiga. Untuk sampai pada taraf mengimani, tentu kita harus mengetahui apa isi kandungan di dalamnya. Kita tak bisa memahami isi tersebut tanpa kita membacanya. Karena itu, membaca Al Quran sebagai Kalam Allah Ta’ala merupakan amalan yang agung dan banyak keutamaannya.

“Katakanlah (hai orang-orang beriman): Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il. Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al Baqarah: 136)

Membaca Al Quran tak seperti membaca buku secara umum. Ada adab yang perlu kita pegang. Salah satunya membacanya dengan tartil, sebagaimana terkandung dalam surah berikut:

تَرْتِيلا الْقُرْآنَ وَرَتِّلِ

“Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil.” (QS. Al Muzzammil: 4)

Tartil menurut arti kata yaitu perlahan-lahan. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, tartil berarti membaca sesuai dengan hukum tajwid, secara perlahan-lahan dengan baik dan benar karena itu bisa membantu untuk memahami dan mentadabburi maknanya.

Rasulullah SAW membaca Al Quran dengan tartil, tidak lambat, tetapi juga tidak cepat. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah Ta’ala, dan beliau membaca satu per satu kalimat. Sehingga satu surah dibaca lebih lama daripada kalau dibaca biasa.

Rasulullah bersabda bahwa orang yang membaca Al Quran kelak akan diseru:

اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

“Bacalah, telitilah, dan tartilkan sebagaimana kamu dahulu di dunia mentartilkannya, karena kedudukanmu berada di akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Terkadang Rasulullah membaca dengan suara tarji’. Tentang tarji’ ini Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa tarji’ adalah berdekatannya jatuhnya harakat dalam membaca. Arti asal katanya aalah mengulang. Tarji’ush shaut artinya pengulangan suara di tenggorokan.

Menurut Al Manawi, hal ini biasanya dilakukan ketika seseorang dalam keadaan gembira dan lapang hati. Rasulullah SAW banyak melakukan ini dalam penaklukan kota Makkah. Beliau membaca Surah Al Fath di atas untanya dengan suara lirih.

Abdullah bin Mughaffal ra meriwayatkan bacaan tarji’ Rasulullah SAW seperti: a…, a…, a…. Kata Imam Hafizh hal ini maksudnya dengan membaca huruf alif dengan panjang berulang sampai tiga kali.

Selain tartil dan tarji’, Rasulullah memerintahkan untuk membaca Al Quran dengan suara bagus.

[زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ [فَإِنَّ الصَّوْتَ الْحَسَنَ يَزِيْدُ الْقُرْآنَ حَسَنًا

“Perindahlah Al Qur’an dengan suara kamu (karena suara yang bagus menambah keindahan Al Qur’an).” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Orang yang paling baik suasaranya dalam membaca Al Qur’an yaitu bila engkau dengarkan bacaannya, engkau mengira dia orang yang takut kepada Allah.” (HR. Ibnu Mubarak, Ad Darimi, Ibnu Natsir, Thabarani, An Nu’aim, dan Adh Dhiya’)

Rasulullah SAW memerintahkan membaca Al Quran dengan melagukannya:

تَعَلَّمُوا كِتَابَ اللَّهِ وَتَعَاهَدُوهُ وَاقْتَنُوهُ وَتَغَنَّوْا بِهِ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ أَوْ فَوَالَّذِي نَفْسُ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنْ الْمَخَاضِ فِي الْعِقَلِ

“Pelajarilah Kitabullah, tentukanlah jadwal membacanya, tekunlah, dan lagukanlah bacaanya. Demi Allah yang menggenggam jiwaku, sesungguhnya hafalan Al Quran lebih cepat terlepas darimu dibanding dengan unta yang terlepas dari tali penambatnya.” (HR. Ad Darimi dan Ahmad)

 

Sumber:

Al Bani, Syaikh Muhammad Nashiruddin. 2012. Surah yang Dibaca Nabi Dalam Sholat. Riau

http://tafsirq.com/73-al-muzzammil/ayat-4

http://muslim.or.id/25422-apakah-wajib-membaca-al-quran-dengan-tajwid.html

 

Leave a Comment